Secara umum, alam barzakh merupakan alam yang membatasi antara dunia dan akhirat. Kehidupan di alam barzakh akan dirasakan oleh manusia saat berada di alam kubur. Di alam inilah, manusia akan mempertanggungjawabkan perbuatannya selama hidup di dunia, baik dan buruknya.
Orang yang selalu melaksanakan amal kesalehan akan merasakan kenikmatan di alam barzakh. Lain halnya dengan orang yang tidak mau melaksanakan amal saleh di dunia akan mendapat berbagai macam kesusahan selama di alam barzakh.
“Sesungguhnya apabila diantara kamu meninggal dunia, ditampakkan kepadanya tempat tinggalnya (nanti) di waktu pagi dan petang. Apabila (yang ditampakkan) ahli surga, ia termasuk ahli surga. Sebaliknya, apabila (yang ditampakkan) ahli neraka, ia termasuk ahli neraka. Kala itu dikatakan kepadanya, "Inilah tempatmu sampai nanti saatnya Allah membangkitkan kamu di hari kiamat." (HR. Bukhari dan Muslim).
Selama di dunia manusia yang telah meninggal tidak dapat membawa gelar, jabatan, bahkan harta yang selama hidupnya dikejar. Tetapi yang dapat dibawa sebagai bekal yang dapat menyelamatkan kita hanyalah amalan ibadah dan perbuatan baik selama hidup di dunia.
Terkait perhitungan amal baik dan buruk, Allah SWT telah menjelaskannya dalam ayat berikut
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ
Artinya, ‘’Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.’’ (QS Al-Zalzalah: 7) .
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ
“Barang siapa yang mengerjakan keburukan seberat dzarrah, niscaya akan melihat (balasan) nya pula’’ (QS Al-Zalzalah: 8)
Jadi sekecil apapun perbuatan baik dan buruk yang kita lakukan selama menjalani hidup di alam dunia, pasti akan dihitung Allah SWT.
Selama menanti hari kiamat, manusia akan diperlihatkan surga dan neraka. Dalam surat Ghafir ayat 46, Allah berfirman:
ٱلنَّارُ يُعْرَضُونَ عَلَيْهَا غُدُوًّا وَعَشِيًّا ۖ وَيَوْمَ تَقُومُ ٱلسَّاعَةُ أَدْخِلُوٓا۟ ءَالَ فِرْعَوْنَ أَشَدَّ ٱلْعَذَابِ
Artinya: “Kepada mereka diperlihatkan neraka, pada pagi dan petang, dan pada hari terjadinya kiamat. (dikatakan kepada malaikat) ”Masukan Fir’aun dan kaumnya ke dalam azab yang sangat keras.”
Dalam ayat ini dijelaskan bahwa selama di alam barzakh manusia diperlihatkan Allah SWT surga dan nereka. Bahkan, meskipun diperlihatkan, tetapi sudah ada yang terkena imbasnya terutama bagi mereka yang suka berbuat dosa. Bagi yang berbuat dosa, akan mendapatkan siksa kubur di alam barzakh.
Selain itu, mereka juga akan dihampiri oleh malaikat Munkar dan Nakir yang lantas melontarkan beberapa pertanyaan yakni "Siapa Tuhanmu?", "Apa agamamu?", dan "Siapa nabimu?".
Seorang hamba yang selama hidupnya selalu beramal saleh, ia akan dengan mudah menjawab pertanyaan para malaikat serta mendapat ketenangan dan kelapangan kubur. Tak ubahnya seorang yang tidur nyenyak menanti datangnya hari kiamat.
Sementara bagi yang gemar berbuat dosa selama hidup, ia tidak akan mampu menjawab pertanyaan dari kedua malaikat tersebut. Alhasil, sepanjang menunggu datangnya kiamat, ia akan merasakan siksa kubur yang teramat pedih.
Untuk itu, hendaknya seorang Muslim berusaha membekali diri dengan amal saleh selagi hidup di dunia. Rasulullah SAW pun menganjurkan umatnya untuk memanjatkan doa agar terhindar dari siksa kubur. Berikut bacaan doanya:
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذَ بِكَ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ ومن عذاب النار، وَمِنْ فِتْنَةِ الْمَحْيَا الْمَمَاتِ وَ مِنْ فِتْنَةِ الْمَسِيحِ الدَّجَالِ
Artinya: “Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari adzab kubur, azab neraka, cobaan hidup dan mati, dan fitnah Dajjal yang terhapus dari rahmat Allah.” (Sadam Al-Ghifari/ Nashih).